Jumat, 01 April 2022

 Arsitektur Bizantium 


      Bizantium adalah pewaris langsung kekaisaran terakhir Romawi dan merupakan bangsa Kristen yang pertama. Orang Bizantium mensistemasikan hukum Romawi dan senatnya juga mencontoh pola senat Romawi, namun masih didukung oleh kaum Biara dan mencari nasehat dibidang politik pada kaum Mistikus. Tiga aspek kehidupan orang Bizantium yang menonjol adalah keagamaan, intrik kerajaan dan sirkus-sirkus popular yang spektakuler (sulap).

     Arsitektur Bizantium adalah gaya bangunan yang berkembang di bawah pemerintahan Kaisar Romawi Justinian, antara 527 AD dan 565 AD. Selain penggunaan luas mosaik interior, estetika yang menentukan adalah hasil dari teknik di belakang ketinggian kubah. Arsitektur Bizantium mendominasi bagian timur Kekaisaran Romawi pada masa pemerintahan Yustinianus Agung, tetapi pengaruh itu membentang berabad-abad, dari tahun 330 M hingga kejatuhan Konstantinopel pada tahun 1453 M — dan masuk ke dalam arsitektur gereja.

      Kehidupan kota dipusatkan disekeliling 3 bangunan penting yaitu kelompok gedung Hypodrom, Istana suci kekaisaran dan Gereja Hagia Sophia, dimana ke 3 bangunan ini mewakili 3 unsur dunia Bizantium yaitu rakyat, kekuasaan kaisar dan agama. Ketiga gedung ini terletak serasi berdekatan serta dihubungkan oleh Mese atau jalan tengah, yaitu suatu jalan yang selalu dipakai untuk upacara kenegaraan dan keagamaan (jalan protocol menuju ke bangunan penting).

  Karakter Arsitektur

      Gereja Bizantium merupakan bentuk Basilika pada mulanya setelah berkembang membentuk polanya sendiri yaitu pola gereja Byzantium yaitu Kubah Majemuk, kubah Bola serta Denah terpusat. Karena daerah ini berhadapan langsung dengan daerah Asia Kecil, maka pengaruhnya banyak yang masuk antara lain, kubah-kubah untuk menutup denah segi-4 maupun polygonal dari gereja, makam maupun baptistery, hal ini muali dikembangkan pada abad 5.

    Praktek penggunaan kubah, memakai konstruksi atap yang sangat sederhana dengan atap kayu aliran Kristen Lama, maupun atap lengkung aliran Romawi dari batu. Sistem konstruksi beton dari Romawi dikembangkan dengan pesat. Kubah yang merupakan ciri dari daerah timur, menjadi model atap Byzantium yang merupakan penggabungan dari Konstruksi kubah dan sudut model Yunani dan Romawi.

     Type-type kubah yang diletakkan diatas denah segi-4 dilengkapi dengan jendela kecil-kecil diatas, disebut Pendetive, dimana pada masa Romawi kubahnya hanya menutup bentuk denah melingkar atau polygonal. Sedangkan bahan pendetive tersebut dipakai bahan bata atau batu apung yang disebut Purnise. Kubah dibuat tanpa menggunakan penunjang sementara (bekisting). Kubah bola utama tersebut melambangkan Surga menurut ajarannya, sedangkan kubah-kubah sudut atau disebut Squinch untuk menggambarkan ajarannya dalam bentuk mosaic antara Bema atau bilik suci dengan Naos atau ruang induk atau nave, dipisahkan oleh Iconostatis atau penyekat, sebagi screen of picture “tirai”.

     Bentuk Eksterior, kadang tidak berhubungan/ tidak ada kesatuan dengan bentuk interiornya.

      Gaya Byzantine muncul ketika Kaisar Konstantinus memutuskan untuk memindahkan ibu kota kekaisaran Romawi ke arah timur, yaitu ke kota Konstantinopel (Byzantium) di Turki. Letak Byzantium yang jauh dari pusat agama Katolik di Roma membuat gaya arsitektur gereja-gereja di wilayah ini jauh berbeda dengan gereja-gereja di Eropa. Saat itu, ada dua tipe model bangunan gereja, yaitu tipe “basilika” yang berbentuk lorong memanjang (banyak dipakai sebagai model gereja di Indonesia saat ini) dan gaya yang lebih geometris dengan kubah pada pusatnya.

 













     Secara umum gaya Byzantium memiliki ciri khas sebagai berikut.

1. Kubah yang sangat besar pada bagian tengah bangunan.



2. Berbentuk sirkular atau sentral, berbeda dengan bentuk gereja pada umumnya yang memanjang. Kadang bentuknya polygonal (bersisi banyak), misalnya hexagonal (bersisi enam) atau octogonal (bersisi delapan).




3. Terdapat “semidome” berbentuk separuh kubah yang mengelilingi kubah utama di pusat.




4. Pilar-pilar berukuran sangat besar untuk menopang berat bangunan.

5. Dinding tebal dan terbuat dari batu bata.

6. Bagian interior sangat luas.

7. Jendela berukuran kecil dan berfungsi untuk pencahayaan.

Beberapa contoh bangunan arsitektur Bizantium : 


Hagia Sophia (Istanbul, Turki)


     Hagia Sophia atau dikenal pula dengan sebutan Church of the Holy Wisdom adalah contoh bangunan bergaya Byzantine paling terkenal. Gereja ini dibangun atas perintah kaisar Yustinian. Begitu hebatnya kemampuan para arsitek dan pembuat bangunan di Byzantium saat itu, hingga pembuatan gereja megah ini hanya memakan waktu 5 tahun (532-537), bandingkan dengan proses pembuatan gereja Gotik yang memakan waktu hingga ratusan tahun. Perancangnya adalah Anthemius dari Tralles dan Isidorus dari Miletus.

     Bagian paling menakjubkan dari gereja ini adalah kubah raksasanya yang setinggi 56 m. Setelah Konstantinopel ditaklukkan pasukan Muslim, gereja ini diubah menjadi masjid dan ditambahkan minaret (menara) pada setiap sisinya. Kini, bangunan bersejarah ini berstatus museum. Ini adalah satu-satunya tempat di dunia ini dimana kita bisa melihat simbol2 agama Kristen dan Islam berdampingan pada satu tempat.


Hagia Irene (Istanbul, Turki)


     Gereja Hagia Irene atau Church of the Holy Peace dibangun sekitar abad ke-4. Terletak di halaman Istana Topkapi, gereja ini dulunya adalah gereja utama di Istanbul sebelum pembangunan Hagia Sophia. Pada 1846, gereja ini dialihfungsikan menjadi museum pertama di Turki.

Gereja San Vitale (Ravenna, Italia)


    Gereja ini dibangun pada tahun 547 dan adalah satu dari sedikit gereja bergaya Byzantium di daratan Eropa. Desain gereja ini berbentuk oktagonal (bersegi delapan) dan dihiasi dengan fresco (lukisan dinding) yang masih terawat hingga kini.

Dome of The Rock (Yerusalem, Palestina)


  
     Masjid ini dibangun di atas di tempat yang dipercaya oleh umat Muslim sebagai lokasi terjadinya Isra Mi’raj. Nama resminya dalam bahasa Arab adalah Masjid Qubbat as-Sakrah. Arsiteknya adalah Yazid bin Salam dan Raja bin Hawyah. Struktur bangunan masjid ini berbentuk oktagonal (segienam) dengan kubah berdiameter 20 m.






https://id.eferrit.com/apa-itu-arsitektur-bizantium-lihatlah-gereja-gereja-kristen-awal/
https://delphipages.live/id/seni-visual/arsitektur/byzantine-architecture
http://architecturoby.blogspot.com/2010/01/arsitektur-byzantium.html?m=1
https://id.m.wikipedia.org/wiki/Arsitektur_Bizantium


Arsitektur Gothic

Link Download File